Pidato Bahasa Bali Sekolah

22 08 2010

ngelanjutin posting tentang pidato bahasa bali menggunakan bahasa bali halus. contoh pidato bahasa bali kali ini mengisahkan tentang acara perpisahan sekolah. walaupun mungkin akan sangat jarang ditemui di sekolah sekarang. tapi sekolah di pedesaan mungkin saja para siswanya diminta untuk memberikan pidato bahasa bali untuk melestarikan budaya bali. bisa kita liat juga dalam lomba-lomba budaya bali, lomba pidato bahasa bali menjadi salah satu yang dilombakan. *kagum. pidato bahasa bali ini bukan saja untuk keperluan pidato semata, tapi lebih luas lagi kita belajar mengetahui dan menggunakan bahasa bali baik acara santai maupun resmi, bagi yang ingin belajar pidato bahasa bali ya nggak ada salahnya juga toh. apalagi nak bali nengil di bali. (be nyak serem ?). contoh pidato bahasa bali untuk acara perpisahan sekolah sebagai berikut :

ehmm,.ehm.,. uhuk,.uhuk,., tes 1 2 3

*om awignam astu namah sidham :)

Bapak Kepala Sekolah lan guru sane wangiang titiang, Ida dane sareng sami sane dahat suksamayang titiang.
Sadurunge titiang ngelanturang atur, pinih riin tittiang ngaturang antuk panganjali umat,

“Om Swastiastu”

Kaping ajeng ngiring sareng sareng ngaturang puja pangastuti ring Ida Hyang Parama Kawi , Ida Sang Hyang Widhi Wasa saantukan ring keledangan lan wara nugrahan Ida, Ida dane prasida rauh ring galah lan genah sane becik puniki.

Titiang iriki pinaka ngwalinin sisia , dahat angayubagia sepengrauh ida dane para atiti uleman sareng sami nyaksisnin saha nyarengin ngastitiang karahajengan acara puniki.

Bapak / ibu guru makesami sane wangiang titiang, sane kapertama titiang iriki lakar nguncarang suksmaning manah ring para guru sekadi guru rupaka sane sampun teleb ngajahin titiang sareng sami nyantos tigang tiban.

Titiang rumasa akeh mapiutang ring para guru mawinan kapradnyanan sampun ngicenin peplajahan nganter iraga sami nuju karahayuan. Titiang nunas majeng ring para guru sareng sami mangde nenten surut-surut ngicenin titiang makesami piteket-piteket sane becik mangdane nemonin kedirgayusan ring peplajahan.

Ring acara puniki, titiang makesami taler nunas geng rena sinampura ring para guru lan pegawai iriki yening ring tigang tiban niki titiang makesami mekarya sane nenten becik.

Inggih para atiti sinamian, wantah asapunika sane prasida atur titiang, titiang nunas geng rena sinampura, mawinan kakirangan panyambran titiang puniki. Dumogi Ida Sang Hyang Widhi nganugrahin iraga sareng sami karahajengan, inggih tiang untatin antuk Paramasanthi,

“Om Shanti, Shanti, Shanti, Om”

Horeee bisa kan ? bisa kalo baca. hihi





Denpasar Bike Fest

4 08 2010

Salam Gowes ! Sejak dicanangkannya Car Free Day di Denpasar, antusias masyarakat Kota Denpasar untuk bersepeda ria makin tinggi. Industri sepeda sedang naik daun. Semua pengen naek sepeda, termasuk saya, kalo diliat siy gampang banget, tapi bgitu digenjot, baru deh terasa badan ini teramat berat. Makanya saya sangat salut dengan tukang becak yang saya tumpani di makssar. Hebat ! Denpasar setiap minggu belakangan ini selalu diramaikan dengan agenda funbike. Dan untuk pertama kali, sejak Samas Denpasar (Sekretariat Bersama Sepeda) akan menggelar acara Festival Sepeda dengan nama Denpasar Bike Fest. Acara ini juga bertepatan dengan hari jadi Samas Denpasar yang pertama. Denpasar Bike Fest akan diadakan pada tanggal 13-15 Agustus 2010 yang akan dipusatkan di nol kilometer sekitar area Catur Muka Puputan Badung. Acara Denpasar Bike Festival ini diharapkan menjadi spirit bangkitnya kepedulian menjaga alam Bali dan menumbuhkembangkan budaya bersepeda di tengah bayang-bayang kemacetan kota. Dukungan berbagai pihak telah diberikan baik dari anggota samas sendiri yang terdiri dari 90 club, kalangan perbankan, media massa, intelektual kampus, kalangan dokter dan dukungan penuh dari Walikota Denpasar.

Dewa Mertakota selaku Ketua Samas Denpasar dan Putu Subada Kusuma selaku Ketua Panitia Denpasar Bike Fest mengatakan kegiatan ini sekaligus merupakan aksi nyata dan bentuk kepedulian Samas terhadap ancaman polusi dan kemacetan di perkotaan. Budaya bersepeda layak untuk digairahkan kembali, terlebih kini mulai menggaung dan bangkit. Samas Denpasar mengundang semua komponen untuk berpartisipasi dalam bentuk apapun pada kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan Denpasar Bike Fest antara lain :

Read the rest of this entry »





Pidato Bahasa Bali Alus

2 08 2010

Pernah tiba-tiba diminta memberikan sambutan atau pidato dengan bahasa bali alus ? bagi yang terbiasa pidato dengan bahasa bali alus tentu sangat mudah, tapi kalau yang jarang apalagi sehari hari memakai bahasa indonesia bukan bahasa bali, wahh,., gawat ! nah untuk mengantisipasi kalau benar-benar diharuskan mewakili keluarga, ya apa boleh buat. hajar bleh. masa orang bali tidak bisa menggunakan bahasa bali alus yang sederhana. Budaya Bali lewat bahasa bali harus tetap dilestarikan bro.  Untuk yang belum tau apa yang mesti dikatakan, saya coba memberikan sedikit contoh pidato bahasa bali alus dengan mengambil tema acara pernikahan dan potong gigi. asumsi dihadiri Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra (beliau jagonya budaya bali).  contoh pidato beliau tentang budaya bali pernah saya share disini.

*contoh pidato atau sambutan bahasa bali alus, semoga berkenan.

Read the rest of this entry »





Pengumuman CPNS Denpasar 2009

11 12 2009

taraaa,, akhirnya setelah berkutat dengan soal-soal tes cpns 2009, pengumuman tes cpns Denpasar 2009 yang ditunggu 10ribuan pelamar cpns dateng juga,, congrats buat yang lulus tes cpns denpasar 2009,, buat yang belum lulus, semangat,, masih banyak perkerjaan bagus dluar sana :) silahkan download pengumuman hasil tes cpns Denpasar 2009 disini





Denpasar Car Free Day

22 08 2009

Akhirnya di Denpasar diberlakukan Car Free Day juga seperti kota-kota besar di Indonesia. Dicanangkan minggu lalu (baru sempet update :p) di Puputan Badung oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra yang didukung oleh ratusan club sepeda di Denpasar dengan keanggotaan mencapai ribuan. Mulai sepeda biasa, jenis lowrider, sepeda tua sampe sepeda roda tiga ikut meramaikan , eh kayanya yang terakhir ngg jadi deh, pesertanya nangis ding.. hihi.. Car Free Day di Denpasar mengambil tempat di seputaran lapangan renon, lumayan nih deket rumah. jadi ngg harus jauh kalo mau nimbrung dsana. Lumayan pagi2 banyak lawan jenis sliwar sliwer :p

Event rutin mingguan yang dilaksanakan untuk kedua kalinya ini akan tetap mengambil ruas jalan Raya Puputan, Jln Cuk Nyak Dien,Jln Basuki Rahmat dan Jln Juanda Renon sebagai area Car Free Day yang dimulai dari pukul 06.00 – 11.00 WITA.  Jadi dengan semakin rutinnya sosialisasi kegiatan Car Free Day, diharapkan masyarakat sedikit demi sedikit mengetahui dan ikut serta meramaikan kegiatan Car Free Day yang sudah didukung oleh club – club sepeda di Denpasar, ya untuk meminimalisir joke hangat2 tai ayam. kalo ayam goreng hangat si enak !

Kegiatan ini terkait pengurangan polusi udara akibat bertambahnya kendaraan bermotor di Kota Denpasar serta menyediakan tempat yang nyaman untuk berolahraga di hari minggu. Pemkot Denpasar sangat mendukung kegiatan Car Free Day, yang diwujudkan dengan menghimbau pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar untuk menggunakan sepeda setiap hari jumat dan sudah dilaksanakan Jumat kemarin. Walikota Denpasar juga tampak bersepeda bersama jajarannya dan mengharapkan masyarakat semakin banyak yang mengetahui. Car Free Day memberikan dampak luas terhadap kesehatan masyarakat, terkait dengan tingginya tingkat polusi udara di Kota Denpasar akibat gas buang emisi kendaraan bermotor dan kegiatan ini mampu menghemat energi walaupun tidak signifikan.

“Car Free Day yang kita canangkan kali ini merupakan yang kedua kali, dan untuk masyarakat, bukan untuk pemerintah,” ujar Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra. Terkait dengan pelaksanaan Car Free Day di kawasan Renon, Rai Mantra mengatakan guna memberikan kenyamanan masyarakt saat melakukan olahraga baik itu lari maupun bersepeda. “disini dapat kita lihat masyarakat bebas melakukan aktifitasnya bersama keluarga dengan aman,” ujarnya.

Setelah dicanangkan minggu lalu bertempat di lapangan Puputan Badung oleh Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra, masyarakat Kota Denpasar diharapkan turut serta mensukseskan Car Free Day karena dengan dukungan penuh berbagai elemen masyarakat terutama komunitas sepeda di Denpasar kegiatan ini dapat berjalan berkesinambungan setiap minggunya. Mari kita gaungkan bersama-sama Car Free Day setiap hari minggu.  Bagi yang belum punya sepeda, pinjem dong. (sekalian pinjemin saya juga, nah lho ! )

rutenya adalah :

Rute Denpasar Car Free Day

Rute Denpasar Car Free Day





Denpasar Book Fair 2009

31 07 2009

Setelah tahun lalu menggelar bazzar buku murah, kembali Pemerintah Kota Denpasar mengadakan Denpasar Book Fair 2009  yang berlangsung dari tanggal 31 Juli s/d 2 Agustus 2009 di Pedestrian Jalan Kamboja. Selain Bazzar buku, berbagai acara juga digelar seperti Gempita Ekspresi Remaja atau bahasa singkatnya Band Performance, trus Kuliner dari siswa2 SMK yang sekaligus mempraktekan ilmu yang didapat (lumayan enak juga, atau karena gratis ya ? hehe), trus yang [aling ramai mendapat perhatian adalah aksi skater dengan skateboardnya. Mudah2an tidak terjadi sesuatu pada mereka walaupun ambulance sudah stand by dsana :D. Free Hotspot tentunya juga ada di sekitar areal Book Fair. Jadi kalo pada mau update status di FB juga bisa tuh. Discount yang hampir mencapai 40% diharapkan mampu mendorong minat masyarakat untuk membeli buku dan membacanya karena sesuai tema Book Fair 2009 ini adalah Bacaanku Masa depanku. (kalo bacaannya FHM, masa depannya gimana ya ? hihi peace).  Partisipasi peserta Book Fair juga patut diacungi jempol, walaupun dengan tempat seadanya dengan ac alam mereka tetap menggelar daganganya dan setia menunggu stand (ya iyalah. kalo kabur dipecat ma bos nya.. wkwkwkw) Mungkin ini salah satu kendala di Denpasar, minimnya areal expo yang berskala sedang. Tapi bisa jadi ini merupakan keunggulan book fair. karena diadakan di jalan / pedestarian. Jadi pengunjung bisa berjalan santai menikmati pemandangan sekitar. halah.. dan tidak ketinggalan juga. MCAP nangkring disana.. so ? tunggu apa lagi.. buruannnnn….





Mewujudkan Denpasar Kota Kreatif

31 05 2009

Tahun ini adalah tahun dimana dicanangkan tahun kreatif mulai tingkat nasional melalui Indonesia Kreatif dan tingkat lokal Denpasar melalui Denpasar Kreatif. Dua kata yang kedengarannya simple tapi mengandung banyak makna dan mempunyai setumpuk permasalahan untuk mewujudkannya tanpa mengurangi makna / budaya yang dimiliki yang menurut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra adalah Taksu.  Mungkin kegiatan seni budaya sudah sangat banyak digelar dan yang terakhir adalah acara yang dibuat oleh Osis se-Kota Denpasar dengan tema Kebangkitan Budaya Bali. Terlepas dari acara seni budaya, terdapat juga beberapa kategori untuk mewujudkan Denpasar Kreatif.  Kreatif menurut saya adalah menciptakan sesuatu yang memiliki daya guna dan dapat dirasakan oleh orang lain.  Di tingkat nasional ada event Indonesia Kreatif yang bekerja sama dengan salah satu TV nasional. Bagaimana dengan Denpasar ?  Event pameran Denpasar Kreatif dapat dibuat dengan dukungan berbagai civitas akademik yang ada. Bukankah setiap mahasiswa diwajibkan untuk membuat tugas akhir di penghujung studinya ? Dari setiap angkatan kelulusan saya rasa ada 1% karya yang dapat diangkat dan memiliki daya guna di masyarakat. Adanya apresiasi terhadap karya ini akan sedikit memacu setiap civitas pendidikan untuk selalu berkarya.  Mungkin pameran seperti itu sudah pernah diadakah namun masih di intern kmapus masing-masing. Alangkah bagusnya jika didukung semua kampus yang ada di Denpasar baik swasta maupun negeri. Jadi kampus tidak hanya mencekat nilai di atas selembar ijasah untuk mencari pekerjaan nantinya.  Mungkin itu salah satu cara diantara ribuan cara untuk mewujudkan Denpasar Kreatif.





Sebuah pidato dalam Deklarasi Kebangkitan Budaya Bali

28 05 2009

Berikut ini adalah pidato Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra dalam acara Kebangkitan Budaya Bali di Art Centre Denpasar

Beberapa hari ini saya berpikir keras untuk menyiapkan pidato di forum yang mulia ini. Saya berpikir keras kerena berupaya menemukan rangkaian kalimat-kalimat baik yang mencerahkan di hadapan anda sekalian, para tunas muda yang cerdas, para orangtua yang bijak, serta pembina-pembina yang berwawasan luas. Akhirnya, naskah pidato ini saya tulis di sebuah pagi yang indah beberapa hari yang lalu, dengan sikap tulus bahwa saya hanyalah seorang teman dari anda semua. Ya, seorang teman yang dengan bangga menyegarkan pengetahuan anda bahwa kita semua adalah insan-insan cemerlang yang jika berkehendak kuat dan melangkah cerdas untuk selalu memuliakan alam dan kehidupan, pastilah mendapatkan kebahagiaan dan kemuliaan pula.

Pagi itu, sinar matahari menyentuh ingatan saya bahwa setiap hari bola cahaya tersebut selalu memancarkan kehangatan yang baru ke semesta raya. Segera hal itu menyegarkan kesadaran saya bahwa seperti itulah semestinya kita menyongsong dan menjalani hari-hari, yakni dengan pikiran dan semangat yang selalu baru. Ya, selalu baru… Selalu baru!

Untuk apakah semangat yang selalu baru itu? Tentu saja untuk menggerakkan roda kehidupan ke arah yang lebih baik dan lebih mulia dari hari ini. Dengan menambahkan kecerdasan pikir dan keikhlasan tindak pada semangat yang selalu baru tersebut, setiap orang –termasuk saya dan anda sekalian- pasti sanggup membuat kehidupan hari esok jauh lebih baik dengan apa yang kita lihat dan kita rasakan hari ini. Bagi saya, perpaduan antara semangat yang selalu baru, kecerdasan pikir, dan keikhlasan tidak, ibarat bahan bakar yang hebat bagi kendaraan kehidupan kita. Perpaduan ketiganya adalah energi yang dahsyat untuk mendorong kita menuju ke kemuliaan hidup, seberapa pun berat dan terjal medan di hadapan kita. Oleh para leluhur kita di Bali, ketiga hal itu dinamakan dengan Taksu. Sedangkan dalam bahasa populer, ketiga energi dahsyat tersebut disebut dengan kreativitas.

Demikianlah, begitu berdiri di hadapan anda sekalian, dengan penuh perasaan bangga saya menyatakan diri sebagai teman yang mengajak anda untuk terus menumbuhkembangkan kreativitas dalam diri anda dan mewujudkannya dalam karya-karya yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain. Ada banyak cara, ada banyak jalan, untuk itu. Anda tinggal bersepakat untuk mau lalu bergegas melakukannya.

Bangsa-bangsa maju telah membuktikan betapa kreativitas merupakan poros utama dari kemuliaan mereka. Lihatlah bagaimana bangsa-bangsa seperti India, Yunani, dan Kuno menggapai kebesarannya, tak lain karena kreativitas bangsa tersebut begitu luar biasa. Sepanjang kreativitas pada bangsa tersebut menyala-nyala, maka kecemerlangan terus berada pada ubun-ubun mereka. Namun, lihat pulalah keruntuhan bangsa-bangsa besar tersebut, tak bukan karena disebabkan oleh keterpukauan generasi penerusnya pada kebesaran masa lalu. Mereka terlena hingga lupa menjaga nyala kretivitas di dada mereka.

Lalu, mari kita tengok langkah-langkah negara-negara yang tengah gilang-gemilang karena langkah maju mereka yang kencang. Telisiklah dengan seksama perjalanan negara-negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea, Singapura dan negara lain yang setara, maka akan anda temukan kunci kesuksesan mereka adalah dikelolanya kreativitas secara baik dan tepat!

Belajar dari perjalanan bangsa-bangsa tersebut, keyakinan saya semakin teguh untuk menjadi teman dari anda sekalian yang selalu membangkitkan, mengingatkan, memotivasi dan memberi ruang agar kreativitas dalam diri anda dan dalam diri masyarakat kota Denpasar berada pada taraf sehebat-hebatnya

Mungkin sebagian dari anda menduga saya terlalu silau dengan gilang-gemilang sukses yang diraih oleh bangsa-bangsa maju tersebut dan menjadi terpukau-pukau karenanya. Bisa jadi dugaan anda tersebut benar seandainya saya tidak menoleh sedikit pun pada kesuksesan yang pernah raih oleh nenek-moyang kita. Bisa jadi penilaian anda tepat jika saya abai terhadap capaian-capaian para local genius negeri ini. Ya, bisa jadi saya memang seperti yang anda kira jika saya tidak menaruh respek sedikit pun pada kesuksesan yang pernah diguratkan oleh para pendiri negeri ini dan para pemimpin pendahulu saya.

Namun, saya adalah orang yang sangat kagum dan bangga atas segala capaian yang telah diraih oleh orang-orang besar sebelum kita. Saya begitu mengagumi kebesaran Sriwijaya dan Majapahit. Saya sangat mengagumi para Rsi, Kawia dan orang-orang yang tak tercatat, yang telah mewariskan beragam keluhuran bagi kita semua. Kekaguman saya pada mereka semua itu, ibarat kekaguman sungai terhadap hulunya. Sebuah sungai tak akan pernah dinamakan sungai jika tak ada hulu yang mendahuluinya. Saya –dan anda semua— tak akan seriang ini berada di tempat yang indah ini sekarang, tanpa jasa para leluhur dan pendahulu-pendahulu kita. Saya –dan anda semua— tak akan semantap ini menapakkan kaki ke masa depan tanpa ramuan kreativitas para moyang yang kini menjadi way of life atau cara hidup kita, yang dengan bahasa lain kita namakan sebagai jati diri budaya.

Di sisi lain, saya mengajak anda sekalian menengok kehebatan bangsa-bangsa lain karena dengan merekalah kita berhadapan, saling tawar-menawar, bahkan saling berusaha mendominasi. Di era persaingan global di mana setiap batas negara semakin tipis, tanpa memahami jati diri budaya sendiri dan tanpa mengenali situasi persaingan antar-bangsa, tidak cukup mudah bagi kita untuk berdiri dengan kepala tegak di hadapan bangsa-bangsa lain. Begitulah, sekali lagi, sebagai teman, saya benar-benar sangat bangga menyampaikan ajakan ini.

Mari terus bergairah meningkatkan kreativitas dengan berpijak pada jati diri budaya. Bangkit dan tegaklah selalu. Sejak saat ini!

Ya, sejak saat ini dan seterusnya! Sebab, seperti kata Profesor Shaun McNiff bahwa, “kreativitas adalah sebuah kekuatan yang bergerak ke arah kita. Hanya dengan latihan kita belajar menjadi bagiannya. Persis seperti otot, diperlukan latihan yang terus menerus untuk memungsikannya dengan baik.”

Jika saya, anda dan kita semua terlatih dalam olah kreativitas, apa pun bentuknya, saya yakin seyakin-yakinnya kita semua dapat menciptakan keajaiban-keajaiban yang indah. Keajaiban-keajaiban yang tak terbayangkan oleh siapa pun di dunia ini. Keajaiban-keajaiban yang membuat kita dan generasi di belakang kita bangga menjadi warga Kota Denpasar.

Kini, sebagai seorang teman yang bertanggungjawab untuk mengoptimalkan segala sumberdaya yang ada di kota ini, saya hanya memiliki satu pilihan yaitu berupaya sekuat tenaga untuk menjadikan apa yang saya katakan tadi menjadi kenyataan. Saya tak gentar memanggul pilihan tersebut karena saya memiliki teman-teman kreatif seperti anda semua! Bersama anda saya akan membangun monument-monumen. Bukan monumen yang terbuat dari batu, pasir dan beton! Melainkan monumen yang terbuat dari kekuatan daya pikir, keikhlasan tindak, dan semangat yang selalu baru! Monumen itu saya namakan monumen-monumen maya. Semakin menyebar kreativitas di masyarakat kita, semakin banyak monumen-monumen maya tersebut bermunculan. Semakin tinggi kreativitas pada diri masyarakat kita maka, semakin menjulang tinggi pula monumen-monumen maya itu.

Sekali lagi, sebagai teman, dengan segala kecintaan dan ketulusan saya bagi anda semua, inilah ajakan saya: mari membangun monumen-monumen maya yakni bangunan-bangunan kesadaran dan keluhuran budi yang tak pernah tampak oleh mata tapi dapat anda rasakan keberadaanya!

Foto – Foto

Walikota Denpasar Membuka Acara Deklarasi Kebangkitan Budaya Bali

Walikota Denpasar Membuka Acara Deklarasi Kebangkitan Budaya Bali

Walikota Denpasar

Walikota Denpasar

Ini cuplikan video pidato Monumen Maya





Omed-omedan, Tradisi Ciuman Massal

24 03 2009

Sehari setelah melaksanakan Tapa Brata Penyepian pada Hari Raya Nyepi yang dinamakan Ngembak Geni, disalah satu Desa Adat di Denpasar mempunyai tradisi unik yang sedikit nyeleneh dan ditakutkan akan hilang seiring dengan disahkannya Undang-undang Pornografi. walaupun ditolak dengan maraknya demo menentang Undang-undang ini. Knapa demikian karena tradisi yang cukup ini mempertontonkan adegan ciuman massal yang dilakukan oleh generasi muda Desa Adat Sesetan. Tradisi omed omedan ini merupakan tradisi leluhur yang sudah dilakukan sejak zaman penjajahan Belanda. Awalnya ritual ciuman massal itu dilakukan di Puri Oka. Puri Oka merupakan sebuah kerajaan kecil pada zaman penjajahan Belanda. Ceritanya, pada suatu saat konon raja Puri Oka mengalami sakit keras. Sang raja sudah mencoba berobat ke berbagai tabib tapi tak kunjung sembuh. Pada Hari Raya Nyepi, masyarakat Puri Oka menggelar permainan omed omedan yang asal katanya dari med-medan (tarik-tarikan). Saking antusiasnya, suasana jadi gaduh akibat acara saling tarik para truna truni. Raja yang saat itu sedang sakit pun marah besar. Dengan berjalan terhuyung-huyung raja keluar dan melihat warganya yang sedang tarik-tarikan sampai berpelukan. Anehnya melihat adegan itu, tiba-tiba raja tak lagi merasakan sakitnya. Ajaibnya setelah itu raja kembali sehat seperti sediakala. Raja lalu mengeluarkan titah agar omed omedan harus dilaksanakan tiap Hari Raya Nyepi. Namun pemerintah Belanda yang waktu itu menjajah gerah dengan upacara itu. Belanda pun melarang ritual permainan muda mudi tersebut. Warga yang taat adat tidak menghiraukan larangan Belanda dan tetap menggelar omed omedan. Namun tiba-tiba ada 2 ekor babi besar berkelahi di tempat omed omedan biasa digelar. Akhirnya raja dan rakyat meminta petunjuk kepada leluhur. Setelah itu omed omedan dilaksanakan kembali tapi sehari setelah Hari Raya Nyepi.  Pada zaman Belanda, omed omedan dilakukan dengan cara saling berangkulan. Namun seiring perkembangan zaman para peserta omed omedan lebih berani dan tak lagi saling rangkul tapi juga saling cium. Awalnya hanya cium pipi, tapi sejak 3 tahun lalu, ciuman telah berubah menjadi ciuman bibir. Tidak jarang usai omed omedan muda-mudi Banjar menemukan jodohnya langsung. Namun seiring perkembangan, terkadang biasanya yang berada diposisi terdepan antara barisan truna / laki-laki dan barisan truni/wanita  sudah memiliki hubungan sebagai pacar. 

Serangkaian Festival Omed-omedan yang diadakan oleh Sekaa Teruna-Teruni Satya Dharma Kerti Br. Kaja Desa Adat Sesetan tahun ini, arus lalu lintas di sekitar jalan raya Sesetan akan mengalami perubahan arus. Untuk kelancaran kegiatan omed-omed arus lalu lintas yang melewati jalan raya Sesetan untuk sementara akan dialihkan. Penutupan jalan akan dimulai sejak pagi pukul 08.00 Wita karena sebelum atraksi omed-omedan akan diadakan kegiatan festival food heritage. Disamping festival kuliner juga akan digelar parade seni, pasar murah dan parade band serta dilanjutkan dengan acara pokok yakni tradisi omed-omedan. Jadi sambil menunggu acara pokok, ada baiknya untuk mencoba kuliner yang ada karena kegiatan akan berlangsung dari pagi hingga sore hari. Arus Lalu lintas dari arah selatan yang akan menuju pusat Kota akan dialihkan menuju jalan Pulau Saelus, jalan Pulau Kawe jalan Pulau Buton dan seterusnya atau dapat juga melewati jalan Tukad Banyusari, tembus jalan Waturenggong, sementara yang dari arah utara ke Sesetan bisa melalui jalan Buton, jalan Pulau Kawe, jalan Pulau Saelus dan kembali ke jalan raya Sesetan.  Selain atraksi pokok berupa acara omed-omedan kegiatan ini juga akan dimeriahkan oleh group band Triple X yang sudah merilis lagu Omed-omedan. Menurut rencana kegiatan yang dikemas dalam acara yang bertajuk Sesetan Heritage Omed-omedan Festival akan dibuka langsung Walikota Denpasar IB. Rai Darmawijaya Mantra, SE. Msi.  -CU [at] Sesetan-





Biaya Perpanjangan SIM

20 03 2009

saya yakin semua pernah ngurus sim di Poltabes Denpasar Bali. tapi jika pertanyaannya diurusin atau ngurus sendiri, saya rasa persentase jawabannya diurusin. karena saya sendiri sejak dulu diurusin juga. hehe.. tapi untuk taun inn saya bulatkan tekad untuk ngurus sendiri dengan alasan cuma pingin tau berapa sih sebenernya biaya untuk perpanjangan sim. Berangkat dari rumah pukul 08.00 nyampe Poltabes kurang lebih pukul 08.30. perlu dicatat untuk ngurus sendiri harap disediakan fotocopy KTP dan SIM lama satu lembar, karena kalo fotocopy dsana dijamin bakalan lama banget.

Langkah pertama adalah mencari surat keterangan sehat dari Dokter yang memang sudah ada disana. letaknya di luar Poltabes Denpasar tepatnya di depan pintu keluar. ambil nomer antrian dan nunggu beberapa saat.

Tempat mencari surat keterangan sehat

Tempat mencari surat keterangan sehat

Setelah dipanggil dan diperiksa tensi, trus tes warna akan mendapatkan surat keterangan sehat dengan biaya Rp. 35.000

Surat Keterangan Sehat

Surat Keterangan Sehat

Begitu masuk ke loket SIM, kita akan diberikan tanda pass sebagai pemohon, sesuatu yang baru diterapkan untuk menertibkan calo sim yang bergentayangan disana. tapi yang nggak ngefek banget. cm pak polisi lebih gampang aja meliatnya, kalo diliat nggak pake pass akan diminta keluar.

Pass Pemohon SIM

Pass Pemohon SIM

Setelah menerima pass, langkah selanjutnya adalah membayar di loket bank di pojok kanan. Nah dsana lah sebenernya biaya sim sebenernya terlihat. Untuk SIM Baru Rp. 75.000 dan perpanjangan SIM Rp. 60.000

Biaya SIM

Biaya SIM

Langkah selanjutnya adalah mengisi formulir identitas yang diberikan setelah melakukan pembayaran untuk diserahkan ke loket koreksi SIM.

Formulir Identitas

Formulir Identitas

Selesai mengisi data diri, diserahkan ke loket dan waktunya menunggu panggilan. Disinilah waktu terlama yang dihabiskan dan disini juga letak perbedaan antara ngurus sendiri atau diurusin. karena file kita akan ditumpuk tumpuk dengan file calo.. sial… nunggu hampir satu jam akhirnya ya dipanggil juga masuk ke ruang foto tapi di dalem sama aja nunggu lagi, sial lagi !, polisi yang dapet obyekan dengan lancar naruh file pesanan di tumpukan paling atas. sabar,,sabar.. bayar murah sih. :D

Tempat koreksi data sebelum difoto

Tempat koreksi data sebelum difoto

Selesai koreksi data identitas, masuk ke ruang foto disebelahnya untuk giliran foto. nunggu ngg terlalu lama, karena prosesnya cukup cepat.

tempat foto SIM

tempat foto SIM

fiuh,, finally selesai juga.. ngabisin waktu satu setengah jam dengan biaya total perpanjangan SIM sebesar Rp. 85.000. Silahkan dipilih memakai jasa calo yang rata-rata Rp. 200.000-an atau sendiri dengan biaya dan konsekuensi diatas.








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.