Sejarah Tari Pendet

27 08 2009

Salam jari tengah buat Malingsia.  Setelah batik, angklung, reog, ambalat, kini negara asal terrorist ini mencaplok / mengklaim Tari Pendet yang jelas2 penciptanya berasal dari Bali. Ni Ketut Reneng dan I Wayan Rindi. Beliaulah yang menciptakan koreografi gerakan tari Pendet pada jaman terdahulu. Awalnya Tari Pendet merupakan tari pemujaan yang banyak ditarikan di Pura. Tari Pendet sendiri ini melambangkan penyambutan atas turunnya Ista Dewata / Para Dewa ke alam dunia.  Lambat-laun, seiring perkembangan zaman, pencipta Tari Pendet dan para seniman Bali pada jamannya menambahkan kreasi pada Tari Pendet agar gerakan tarinya mengandung ucapan selamat datang kepada tamu. Selain Tari Pendet, tari penyambutan lainnya seperti Tari Panyembrahma, Tari Legong yang semuanya diciptakan oleh maestro kesenian Bali.  Diliat dari sisi tujuan awal tari saja sudah terlihat jelas asal Tari Pendet. Tari Pendet diciptakan untuk tarian penyambutan Ista Dewata. emang di Malaingsia ada Dewa ? yang ada noordin M top ! fuck Tapi sisi positifnya bisa kita ambil, betapa kekayaan budaya Indonesia sangat diminati oleh Negara Lain karena itulah kekayaan Indonesia yang abadi. Kita semua salah termasuk saya yang miskin pengetahuan tentang Budaya. Tapi walau demikian tidak juga sepatutnya Sebuah Negara mengklaim sesuatu yang bukan merupakan miliknya. Kata Soekarno : Ganyang Malaysia !, kata saya : Ganyang Indo*iar ! kenapa ? karena stasiun ini menanyangkan film dengan bahasa Malaysia dan Bahasa Indonesia sebagai terjemahan. Heloooo… dunia sudah terbalik rupanya.





‘Nyepi’ going to International..

3 02 2009

wsd
fantastis. salah satu hari raya umat Hindu di Bali yaitu Nyepi menjadi salah satu isu dunia untuk mengurangi emisi karbon. Isu ini mulai mencuat pada kampanye World Silent Day (WSD) yang dilakukan pada konferensi PBB mengenai perubahan iklim (COP 13 UNFCCC) di Bali tahun lalu dan dilanjutkan dengan  Kolaborasi Bali untuk Perubahan Iklim/Bali collaboration on Climate Change (BCCC) COP 14 UNFCCC di Poznan, Polandia pada 1-12 Desember 2008.  Kampanye World Silent Day terinspirasi dari tradisi hening/Nyepi  selama 24 jam di Bali. Nyepi dimaksudkan untuk introspeksi diri bagi manusia dan memberi waktu istirahat bagi bumi dari serbuan aktivitas manusia. Tradisi ini ditawarkan pada komunitas global sebagai solusi mengurangi emisi gas rumah kaca.

Dalam pelaksanaan Nyepi di Bali, umat Hindu melaksanakan yang namanya Catur Brata Penyepian terdiri atas :

Amati Geni : Tidak menyalakan api

Amati Karya : Tidak melakukan aktifitas

Amati Lelungan : Tidak bepergian

Amati Lelanguan : Tidak bersenang-senang

Walaupun terlihat sangat susah untuk diterapkan karena Nyepi di Bali dilaksanakan karena adat istiadat dari jaman dahulu, sedangkan World Silent Day dibuat oleh forum dunia yang mana kondisinya tidak mengikat. Hari Raya Nyepi di Bali untuk tahun ini jatuh pada tanggal 26 Maret 2009 dan World Silent Day dilaksanakan selama 4 jam dari pukul 10 pagi sampai pukul 2 siang pada tanggal 21 Maret 2009.  Kenapa tidak bersamaan, saya rasa karena Hari raya tidak terlepas dari unsur Agama. Di Indonesia khususnya agama menjadi isu yang sangat sensitif, apalagi Hindu merupakan minoritas. Tapi seperti album ini, ‘Kuat Kita Bersinar’ !








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.