Tahun ini adalah tahun dimana dicanangkan tahun kreatif mulai tingkat nasional melalui Indonesia Kreatif dan tingkat lokal Denpasar melalui Denpasar Kreatif. Dua kata yang kedengarannya simple tapi mengandung banyak makna dan mempunyai setumpuk permasalahan untuk mewujudkannya tanpa mengurangi makna / budaya yang dimiliki yang menurut Walikota Denpasar, IB Rai Dharmawijaya Mantra adalah Taksu. Mungkin kegiatan seni budaya sudah sangat banyak digelar dan yang terakhir adalah acara yang dibuat oleh Osis se-Kota Denpasar dengan tema Kebangkitan Budaya Bali. Terlepas dari acara seni budaya, terdapat juga beberapa kategori untuk mewujudkan Denpasar Kreatif. Kreatif menurut saya adalah menciptakan sesuatu yang memiliki daya guna dan dapat dirasakan oleh orang lain. Di tingkat nasional ada event Indonesia Kreatif yang bekerja sama dengan salah satu TV nasional. Bagaimana dengan Denpasar ? Event pameran Denpasar Kreatif dapat dibuat dengan dukungan berbagai civitas akademik yang ada. Bukankah setiap mahasiswa diwajibkan untuk membuat tugas akhir di penghujung studinya ? Dari setiap angkatan kelulusan saya rasa ada 1% karya yang dapat diangkat dan memiliki daya guna di masyarakat. Adanya apresiasi terhadap karya ini akan sedikit memacu setiap civitas pendidikan untuk selalu berkarya. Mungkin pameran seperti itu sudah pernah diadakah namun masih di intern kmapus masing-masing. Alangkah bagusnya jika didukung semua kampus yang ada di Denpasar baik swasta maupun negeri. Jadi kampus tidak hanya mencekat nilai di atas selembar ijasah untuk mencari pekerjaan nantinya. Mungkin itu salah satu cara diantara ribuan cara untuk mewujudkan Denpasar Kreatif.
Mewujudkan Denpasar Kota Kreatif
31 05 2009Comments : Leave a Comment »
Tags: Denpasar, Denpasar Kreatif, kota denpasar
Categories : cuap cuap, Denpasar
ketika pinguin berusaha memecahkan jendela..
20 11 2008cukup susah. itulah jawabannya pada saat saya dan tim penilai leadership dan penerapan IT dalam rangka e-sewaka award. pinguin dan jendela saya artikan sistem operasi yang sama-sama berjuang, pinguin berjuang untuk masuk, jendela berjuang untuk bertahan dari gempuran pinguin. cerita awalnya seperti ini. tim juri terdiri dari 4 orang yang berasal dari unsur akedemis, industri, elemen masyarakat, dan pemerhati IT. ketika penilaian pada bagian yang berhubungan dengan jurnalis, dikatakan salah satu kendala yang dihadapai dalam penerapan IT ini adalah virus !. mendengar itu, saya melirik salah satu juri , Cok Rai, yang merupakan perwakilan akademis dari UNUD jurusan Ilmu Komputer dan penunggu Bali Foss-ID tersenyum dengan gagahnya. ya ini memang kemenangannya, karena pinguinnya sampai saat ini memang sangat kebal dengan penyakit. sekali lagi dia bertanya, ”berarti kalo kena virus, pusing banget dong, apalagi sampe datanya hilang”, dan dengan sikap bangga yang menurut saya salah, dijawab, ”iya, pernah data kita hilang gara-gara virus”. hmm,., 2-0 nih. sekarang ditambah lirikan dan sedikit sindirin kepada saya, ”denger tuh keluhannya, virus lhoooo”. di tempat terpisah juga sama, pertanyaan dimulai dengan apakah pernah terserang virus, dan tentu saja jawabannya bisa ditebak sendiri. selain juga pertanyaan tentang masalah legal software yang digunakan. disinilah pusat pembantaiannya, ketika ditanyakan kenapa tidak mencoba software yang kebal virus dan sifatnya legal, jawabannya adalah : ”karena untuk spesifikasi pembelian komputer diberikan oleh kpdekom (tempat saya mencari sesuap nasi dan sebidang tanah :p) dan disana sudah ada spesifikasi pembelian software dengan lambang jendela ini,.” Boomm,., bisa dibayangkan reaksi pawang pinguin ini. langsung menoleh kebelakang plus memberi pujian seperti ini.. ”Ohhhh,, kpdekom toh yang mengeluarkan spesifikasinya.. ya,,ya..”. ”pujian” saya balas dengan senyuman semanis mungkin. yah mau apa lagi, memang keputusan untuk memelihara pinguin bukan di tangan saya. tapi merupakan kebijakan pimpinan bahasa kerennya. kalo saya siy cenderung memelihara pinguin dengan tidak menghilangkan jendela yang sudah ada. karena ada beberapa sistem yang sudah berjalan dengan baik menggunakan platform tersebut. memang lebih bagus memelihara pinguin, tapi tidak semudah yang dipikirkan karena mengubah kebiasaan orang sangat sulit daripada mengajarkannya dari awal. yang saya coba lakukan adalah pembenahan ke intern dulu, dengan cara mulai mengadopsi pinguin dan diletakkan bersama jendela yang sudah ada sebelumnya. ya semoga nanti pinguin ini tumbuh besar dan dapat berguna bagi majikannya. mohon doa restu.
Comments : 2 Comments »
Tags: bali foss id, esewaka award, kota denpasar, lomba IT
Categories : activity, cuap cuap, Denpasar, Linux









Recent Comments