Ngomongin pemilu ngg terlepas dari banyaknya dana kampanye yang bisa dikeluarkan. Masyarakat seperti saya cuma bisa bengong aja liat angka2 yang di publish media. banyak bener euy.. ngomongin M serasa sudah biasa, padahal banyak masyarakat yang buat makan hari ini aja susah banget. seperti saya.
Kalo diliat dari capres dan cawapress 2009, ada yang menarik dari harta kekayaan cawapres Prabowo. Menurut data lonjakan harta mantan Pangkostrad tersebut meningkat tajam hingga hampir Rp 1,6 triliun hanya dalam waktu 6 tahun saja. Hal ini terlihat Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diakses lewat Pojok Antikorupsi KPK di Gedung KPK. Pada tahun 2003, Prabowo hanya memiliki harta Rp 10 miliar dan USD 4.216. Harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak sebesar Rp 2,7 miliar dan harta bergerak seperti alat transportasi, logam mulia dan harta bergerak lainnya sebesar Rp 1,5 miliar. Selain itu, Prabowo juga memiliki surat berharga senilai Rp 2,365 miliar dan giro senilai hampir Rp 4 miliar. Sedangkan mata uang dollar diperolehnya dari hibah sebesar USD 4.216. Lepas dari jabatan pemerintahan semakin membuat Prabowo kaya raya. Buktinya, pada tahun 2009 bekas menantu Soeharto tersebut memiliki kekayaan sekitar Rp 1,7 triliun. Gudang uangnya ada di Timur tengah disebuah daerah pecahan uni sovyet. [jangan jangan dia nermu harta karun dsana
] Menurut data, harta kekayaan masing masing capres dan cawapres 2009 adalah sebagai berikut
SBY – BOEDIONO
SBY
Tahun 2004 Total Kekayaan : 4,6 Milliar
Tahun 2007 Total Kekayaan : 7,5 Milliar
Boediono
Tahun 2008 Total Kekayaan : 18,6 Milliar
JUSUF KALLA – WIRANTO
Jusuf Kalla
Tahun 2004 Total Kekayaan : 194 Milliar
Tahun 2007 Total Kekayaan : 253,9 Milliar
Wiranto
Thn 2008 Total Kekayaan : 46,2 Milliar
MEGA – PRABOWO
Megawati
Tahun 2004 Total Kekayaan : 59,8 Milliar
Tahun 2008 Total Kekayaan : 86,2 Milliar
Prabowo
Tahun 2004 Total Kekayaan : 10,1 Milliar
Tahun 2008 Total Kekayaan : 1,7 Triliun !!
andaikan saya mendapat 1% saja akan saya sumbangkan kepada mereka yang tidak mampu [untuk promosi nyaleg 2020. wkwkwkwkwk]
Setelah proses negosiasi politik yang cukup lama, akhirnya teka teki siapa cawapres pendamping SBY dalam pemilihan Presiden 8 juli mendatang terjawab sudah. Bertempat di gedung Sasana Budaya Ganesa (Sabuga) Bandung, Prof. DR. Boediono yang saat ini menjadi Gubernur Bank Indonesia resmi menjadi cawapres mendampingi SBY yang sudah ditinggalkan oleh JK menjadi calon presiden dari Partai Golkar dengan cawapres Wiranto dari Partai Hanura. Nama Boediono sempat luput dari perkiraaan banyak pihak karena karakternya yang pendiam dan tidak suka berbicara selain bidang yang dia kerjakan. Hal ini yang rupanya membuat SBY menjatuhkan pilihan kepada Boediono. Pilihan ini dibuat agar pemerintahan dapat berjalan tanpa campur tangan kepentingan politik seperti yang terjadi saat ini. Capres dan cawapres ini mendapat dukungan 22 Partai politik baik yang lolos 
Minggu ini adalah minggu terakhir semua partai peserta pemilu melaksanakan kampanye terbuka maupun kampanye melalui iklan media massa. Tiga hari sebelum pelaksanaan pemilu 9 April adalah masa tenang. Masa yang haru dimanfaatkan semua partai, caleg dan konstituennya untuk mempersiapkan mental yang besar jika tidak lolos dalam perebutan kursi dewan
pemilu sebentar lagi, tentukan sikap, datang ke tps dan contreng partai dan caleg pilihanmu jika ada. hehe. bingung juga melihat banyaknya caleg-caleg bermunculan seperti kacang goreng. semua berteriak mengabdi, berjuang, membela, demi sebuah kata rakyat. Pemilu 9 april ini yang telah ditetapkan sebagai hari libur kita akan memilih anggota legeslatif yang akan duduk di DPR RI, DPRD I, DPRD II dan DPD. Banyaknya orang yang mau menjadi caleg menyebabkan ukuran surat suara sebesar koran. Dengan ukuran sebesar itu dan jumlah 4 surat suara untuk masing-masing pemilih tampaknya akan berpengaruh pada waktu selesainya pemilihan. waktu terbanyak akan dihabiskan untuk melihat begitu banyak nama yang kemungkinan besar akan membingungkan pemilih. kecuali pemilih sudah menetapkan diri untuk mencontreng pilihannya langsung tanpa harus bingung membaca surat suara. Pemilu kali ini yang mencontreng dimaksudkan untuk menghindari banyaknya suara tidak sah jika menggunakan sistem mencoblos. kenapa demikian karena sangat memungkinkan jika pemilih sudah tau akan pilihannya, dia akan langsung mencoblos surat suara tersebut tanpa membuka lebar surat suara. jadi dicoblos dengan kondisi surat suara masih terlipat setengah. namun jika tetap mencoblos satu partai atau nama caleg tetap disahkan. Tanda yang disahkan pada proses perhitungan suara pemilu legeslatif 2009 ini adalah contreng, coblos, tanda silang, tanda garis bawah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan empat warna surat suara untuk masing-masing kertas suara. Untuk warna surat suara DPR RI, KPU menetapkan warna 








Recent Comments