Pesta demokrasi telah usai.. perkiraan banyak orang akan bermunculan orang gila dadakan benar-benar terwujud. ratusan juta melayang dalam waktu sekejap dengan tujuan menjadi anggota dewa yang terhomat. Pemilu kali ini memang menghabiskan milyaran dana mulai pelaksanaan sampai dana pribadi untuk kepentingan kampanye. Setelah pemilu usai. Caleg-caleg mulai bertumbangan, caleg stres bermunculan dmana-mana dan hampir merata di setiap daerah di Indonesia. Tidak saja caleg yang memang tidak lolos karena suara yang diperoleh sedikit, tapi juga menimpa caleg yang justru meraup suara besar di daerah basisnya namun tidak dapat lolos menjadi dewan karena aturan parlementer threshold. Resiko itu memang menjadi tanggungan caleg itu sendiri yang kadang tidak mau mengukur diri sendiri apakah mampu atau tidak untuk menjadi dewan. caleg stress ini rupanya tidak mau susah sendiri. ada yang sampai menarik semua bantuan yang pernah diberikan semasa masa kampanye. bener-bener ngg tau malu. beberapa caleg stres yang terdata adalah sebagai berikut :
1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang di sumbangkannya ke mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang disumbangkannya ke dua mushallah.
2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di Kecamatan Labangka, Namun karena kecewa tidak meraih suara yang diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.
3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.
Minggu ini adalah minggu terakhir semua partai peserta pemilu melaksanakan kampanye terbuka maupun kampanye melalui iklan media massa. Tiga hari sebelum pelaksanaan pemilu 9 April adalah masa tenang. Masa yang haru dimanfaatkan semua partai, caleg dan konstituennya untuk mempersiapkan mental yang besar jika tidak lolos dalam perebutan kursi dewan
pemilu sebentar lagi, tentukan sikap, datang ke tps dan contreng partai dan caleg pilihanmu jika ada. hehe. bingung juga melihat banyaknya caleg-caleg bermunculan seperti kacang goreng. semua berteriak mengabdi, berjuang, membela, demi sebuah kata rakyat. Pemilu 9 april ini yang telah ditetapkan sebagai hari libur kita akan memilih anggota legeslatif yang akan duduk di DPR RI, DPRD I, DPRD II dan DPD. Banyaknya orang yang mau menjadi caleg menyebabkan ukuran surat suara sebesar koran. Dengan ukuran sebesar itu dan jumlah 4 surat suara untuk masing-masing pemilih tampaknya akan berpengaruh pada waktu selesainya pemilihan. waktu terbanyak akan dihabiskan untuk melihat begitu banyak nama yang kemungkinan besar akan membingungkan pemilih. kecuali pemilih sudah menetapkan diri untuk mencontreng pilihannya langsung tanpa harus bingung membaca surat suara. Pemilu kali ini yang mencontreng dimaksudkan untuk menghindari banyaknya suara tidak sah jika menggunakan sistem mencoblos. kenapa demikian karena sangat memungkinkan jika pemilih sudah tau akan pilihannya, dia akan langsung mencoblos surat suara tersebut tanpa membuka lebar surat suara. jadi dicoblos dengan kondisi surat suara masih terlipat setengah. namun jika tetap mencoblos satu partai atau nama caleg tetap disahkan. Tanda yang disahkan pada proses perhitungan suara pemilu legeslatif 2009 ini adalah contreng, coblos, tanda silang, tanda garis bawah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan empat warna surat suara untuk masing-masing kertas suara. Untuk warna surat suara DPR RI, KPU menetapkan warna 








Recent Comments